RSS

Arsip Tag: Animal

Banyak Warga Baru

090807-01-eastern-himalayas_bigNih, katak kaki merah, baru ditemukan pada tahun 2007 di wilayah Assam, India. Katak ini salah satu dari 350-lebih spesies yang ditemukan di wilayah ini dari 1998-2008. Bisa disebut juga si katak terbang, karena selaput di kaki belakangnya berfungsi seperti glider ketika dia meloncat dari pohon ke pohon lain 😀

 

090807-02-eastern-himalayas_bigTrus yang ini viper liang hijau. Jenis ular viper selalu beracun, jadi sebaiknya jangan adu gigit sama dia, oke? Ular jantan dewasa tumbuh hingga sekitar 1,3 meter, nggak terlalu panjang sih, tapi tetep aja, jangan nantang gigit. Jenis ular ini bisa ditemukan di wilayah Thailand dan Myanmar.

 

090807-04-eastern-himalayas_bigAda yang suka bunga? Sejak 10 tahun lalu di wilayah Himalaya ada 21 spesies anggrek baru yang ditemukan, salah satunya yang dipajang disini ini, nama latinnya Coelogyne pantlingii. Anggrek yang ini ditemukan di daerah Sikkim.

 

 

 

 

 

 

090807-05-eastern-himalayas_bigAda juga spesies aves yang ditemukan. Si paruh lengkung (yang agak agak mirip pedang) ini ditemukan di pegunungan Lang Biam Vietnam. Nggak banyak aves yang ditemukan di himalaya, cuman 2 aja sejak tahun 1998. Tapi nggak papa lah, terus mencari *halah*

 

Suka makan udang? Nih ada udang baru, silakan dicoba, sapa tau bisa keracunan *dilempar bata*. 090807-06-eastern-himalayas_big

 

Yang terakhir nampang, ikan. Salah satu spesies dari snakehead fish. 090807-07-eastern-himalayas_big

 

*curhat session: pengen bikin postingan reguler tiap minggu satu kok susah ya. adaaa aja yang bikin lupa.

Iklan
 
53 Komentar

Ditulis oleh pada November 11, 2009 in Animal, Hidden Event, nature, Sea, Sky

 

Tag: , , , ,

Sang Naga yang Sesungguhnya

Kalian tahu kan, kalau Komodo dari Indonesia? Kalian tahu juga kan kalau komodo termasuk reptil? Kalian tahu kan kalau komodo itu pemakan bangkai? Kalian juga pastinya tahu kalau liur komodo itu beracun? Kalian tahu juga kan kalau saya bukan komodo?

Jika pertanyaan diatas dijawab dengan “ya” semuanya, selamat, anda sudah paham. Tapi bila ada satu saja yang dijawab “tidak” terutama mengenai “saya bukan komodo” maka mohon baca ulasan di bawah :mrgreen: Read the rest of this entry »

 
30 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2009 in Animal, nature

 

Tag: , , , , ,

Bioluminescence, Sistem Penerangan Alam

Apa itu? Itu adalah sejenis takjil. Eh, bukan, itu adalah istilah yang sering dipakai di dunia ilmu alam. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemnacaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur.
Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.
Sembilan puluh persen penghuni laut dalam memiliki kemampuan bioluminescence ini. biasanya sih mereka menghasilkan warna biru atau hijau yang bisa mudah terlihat di dalam air. Namun beberapa ikan memancarkan cahaya merah dan infra-merah, dan beberapa lagi mengeluarkan cahaya kuning.
Bioluminescence pada hewan yang bukan penghuni laut dalam lebih sedikit, namun memiliki kombinasi warna-warna yang lebih banyak. Penghuni darat yang paling dikenal karena bioluminescence adalah kunang-kunang dan sejenis ulat yang bisa menyala. Selain itu terdapat beberapa serangga dan larva, sebangsa cacing, laba-laba, dan juga jamur. Beberapa bentuk bioluminescence hanya terlihat di malam hari atau mengikuti ritme tertentu.
Nah, sekarang pertanyaanya, buat apa sih kok sampai repot-repot ngelakuin bioluminescence?
Kamuflase. Beberapa bakteri menggunakan cahaya ini untuk menyamakan warna dirinya dengan warna lingkungan.
Menarik sesuatu. Ada yang menggunakan cahaya untuk menarik pasangannya, ada yang menggunakannya untuk menarik mangsa, ada juga yang menggunakannya untuk menarik predator besar agar memangsa predator-tidak-begitu-besar yang berbahaya. Bingung? Contohnya seperti ini. Andyan adalah makhluk hidup mikroskopis yang memiliki kemampuan bioluminescence. Suatu saat, ada andyaxx yang mengancam, karena andyaxx ini selalu memangsa andyan-andyan kecil. Nah, ketika merasakan kehadiran andyaxx, andyan menyalakan lampunya, maka datanglah andyaXYZ yang memangsa andyaxx, sehingga andyan aman. Masih bingung? Yaudah nggak usah dipikir deh.
Menolak sesuatu. Beberapa makhluk menggunakan cahaya ini untuk menghindari predator. Penggunaannya mirip-miriplah dengan model jamur yang memiliki warna terang untuk memperingatkan bahwa dia beracun.
Komunikasi. Pemancaran cahaya yang berkedip-kedip dengan irama tertentu, misalnya pada kunang-kunang, bisa juga digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, karena mereka nggak bisa sms ataupun video call.
Pencahayaan. Ikan-ikan seperti Ikan Naga Hitam yang hidup di laut dalam, memancarkan cahaya berwarna merah. Kenapa? Hal ini dilakukan agar mangsa yang memiliki pigmen merah bisa terlihat di kedalaman laut.

Apa itu? Itu adalah sejenis takjil. Eh, bukan, itu adalah istilah yang sering dipakai di dunia ilmu alam. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemnacaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur.

kunang-kunang menyala

kunang-kunang menyala

Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.

Sembilan puluh persen penghuni laut dalam memiliki kemampuan bioluminescence ini. biasanya sih mereka menghasilkan warna biru atau hijau yang bisa mudah terlihat di dalam air. Namun beberapa ikan memancarkan cahaya merah dan infra-merah, dan beberapa lagi mengeluarkan cahaya kuning.

Bioluminescence pada hewan yang bukan penghuni laut dalam lebih sedikit, namun memiliki kombinasi warna-warna yang lebih banyak. Penghuni darat yang paling dikenal karena bioluminescence adalah kunang-kunang dan sejenis ulat yang bisa menyala. Selain itu terdapat beberapa serangga dan larva, sebangsa cacing, laba-laba, dan juga jamur. Beberapa bentuk bioluminescence hanya terlihat di malam hari atau mengikuti ritme tertentu.

Nah, sekarang pertanyaanya, buat apa sih kok sampai repot-repot ngelakuin bioluminescence?

Kamuflase. Beberapa bakteri menggunakan cahaya ini untuk menyamakan warna dirinya dengan warna lingkungan.

ada sinar, terlihat biasa

ada sinar, terlihat biasa

Menarik sesuatu. Ada yang menggunakan cahaya untuk menarik pasangannya, ada yang menggunakan untuk menarik mangsa, ada juga yang menggunakan untuk menarik predator besar agar memangsa predator-tidak-begitu-besar yang berbahaya. Bingung? Contohnya seperti ini. Andyan adalah makhluk hidup mikroskopis yang memiliki kemampuan bioluminescence. Suatu saat, ada andyaxx yang mengancam, karena andyaxx ini selalu memangsa andyan-andyan kecil. Nah, ketika merasakan kehadiran andyaxx, andyan menyalakan lampunya, maka datanglah andyaXYZ yang memangsa andyaxx, sehingga andyan aman. Masih bingung? Yaudah nggak usah dipikir deh.

tak ada sinar, menyala

tak ada sinar, menyala

Menolak sesuatu. Beberapa makhluk menggunakan cahaya ini untuk menghindari predator. Penggunaannya mirip-miriplah dengan model jamur yang memiliki warna terang untuk memperingatkan bahwa dia beracun.

Komunikasi. Pemancaran cahaya yang berkedip-kedip dengan irama tertentu, misalnya pada kunang-kunang, bisa juga digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, karena mereka nggak bisa sms ataupun video call.

Penerangan. Ikan-ikan seperti Ikan Naga Hitam yang hidup di laut dalam, memancarkan cahaya berwarna merah. Kenapa? Hal ini dilakukan agar mangsa yang memiliki pigmen merah bisa terlihat di kedalaman laut.

Nah, jadi artikel yang agak panjang. Semoga sabar membacanya ya :mrgreen:

*foto dari berbagai sumber

 
44 Komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2009 in Animal, nature, Sea

 

Tag: , , , , ,