RSS

Arsip Kategori: Sea

Kepiting Ladam

Minggu ini banyak hal yang tidak diduga terjadi. Mulai dari kaki nyangkut bus waktu busnya jalan, pembelian casing hape yang belum 5 menit dipasang keypad-nya sudah lepas 2 tombol, rencana pengisian modem yang gagal karena siang harinya e-Center Supermal Karawaci kebakaran dan ditutup hingga malam – bahkan hingga besoknya belum seua stand dibuka-, serta mimpi absurd yang melibatkan oran-orang yang tidak bisa disebutkan satu persatu dan saya sama sekali tidak tahu wajah mereka 😐

Tenang, saya tidak akan menceritakan satu persatu kejadian diatas. Nanti terlalu panjang dan postingannya juga menjadi tidak jelas.

Pernah dengar nama kepiting ladam? Itu, hewan berbuku yang hidupnya di air, bentuknya tidak mirip udang dan tidak mirip kepiting, dalam taksonomi lebih condong kekeluargaan dengan laba-laba dan kalajengking,  tapi pada akhirnya tetap saja diberi nama kepiting. Hidupnya cuma di laut, jadi kalau ada yang mengklaim melihat hewan serupa di air tawar segeralah tangkap dan dartarkan ke pusat penelitian hewan, siapa tahu menemukan spesies baru.

Ngomong-ngomong soal kepiting, tentunya pikiran melayang ke kepiting rebus, kepiting goreng saus asam manis maupun kepiting-kepiting lainnya. Sayangnya belum pernah ada cerita rumah makan yang menyediakan seafood memiliki “kepiting kaki kuda” pada daftar hewan olahan.

Spesies kepiting ladam yang ada di Indonesia (Carcinoscorpius rotundicauda), bisa ditemukan juga di wilayah Malaysia, India, Philipina, Singapura, Thailand dan Hongkong.  Jadi nanti kalau di berita ada yang bilang ”Malaysia mengklaim kepiting ladam hutan bakau berasal dari wilayahnya, kita harus memprotes” silakan ketawa keras-keras karena yang bikin berita pasti belum baca blog saya *eh*

Apalagi ya, semua kepiting ladam, jenis manapun, memiliki kesamaan yaitu tubuhnya terdiri dari 3 bagian, bagian depan, tengah dan belakang *dijitak* err.. seperti itu. Itu bagian belakang yang mirip ekor, sebenarnya tidak berguna dalam keadaan biasa, tapi ketika dalam keadaan darurat (misalnya sang kepiting terkena ombak dan terbalik) itu ekornya digunakan untuk membalik diri ke posisi normal. Kakinya ada di sebelah bawah, 6 pasang.

Dan proses kawinnya dilakukan di dekat pantai, bukan di laut. Jadi kalau waktu jalan-jalan main air di pantai, nemu hewan ini lagi berdua-dua, trus kalian merasa kasihan trus dibawa ke tempat yang dalam trus dilepaskan disana, sebenarnya kalian melakukan kekejaman dengan mengganggu pasangan dimabuk cinta yang sedang menikmati bulan madu.

Ngomong-ngomong, ini kepiting sebenarnya keturunan kerajaan, keturunan ningrat, berdarah biru. Dalam arti yang sebenarnya. Darahnya nggak ada hemoglobin, tapi adanya hemocyanin. Apa itu hemocyanin? Sel darah biru. 😆 *dilempar bakiak* pokoknya bedanya itu kalau hemoglobin kan sel darahnya mengandung besi (Fe) jadi biar sehat banyak-banyak makan makanan yang mengandung zat besi, kalo hemocyanin itu kandungannya tembaga (Cu). Detilnya saya nggak tau, SMK nggak ada pelajaran biologi dan pelajaran kimianya terlalu tidak menarik hati 😐

Selamat berbulan April, selamat bekerja skripsi UN atau apapun itu, dan jangan lupa, bersenang-senang.

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2012 in Animal, nature, Sea

 

Tag: ,

From The Depth I’ve Came

Disclaimer: Percakapan tidak nyata berikut sepenuhnya adalah fiksi tapi di dalamnya terselip kebenaran yang tidak bisa disangkal. Percakapan ditulis berdasarkan rekaman video dan radio dari kedua belah pihak dimana kedua rekaman dan kedua pihak itu sesungguhnya tidak ada.

 

Once upon a time, somewhere unknown…. Mr. Nautilus met his guest, a young reporter from a company that never existed….

Selamat pagi Pak Nautilus, apa kabar anda hari ini?

Kabar saya luar biasa.

Super sekali ya Pak. Sesuai janji kemarin, hari ini anda bersedia menjalani sesi wawancara untuk blog saya kan?

Tentu, tentu. Saya sudah tua tapi saya belum pikun kok. Silakan, kamu mau apa saja, boleh.

Ehm, boleh minta uang nggak Pak, saya lagi kurang banget nih.

He?

Err.. bercanda Pak. Kita mulai dari nama saja. Nama Nautilus ini apakah punya sejarah Pak, semacam latar belakang begitu?

Oh, nama marga saya ya. Nautilus itu aslinya dari bahasa Romawi, yang artinya pelaut. Di keluarga saya juga semua hapal lagu yang nenek moyangku seorang pelaut.

Eh? Nama marga? Pak Nautilus bisa nyanyi juga?

Iya, nama marga. Nama lengkap saya John Nautilus, soalnya ayah saya pernah tinggal sebentar di Inggris. Kalau nyanyi, ya bisalah, nyanyi2 waktu dikamar mandi gitu.

Kalu begitu, bisa dipanggil John saja Pak?

Wah jangan, nanti pada bingung, ini spesies apa kok namanya John.

Oh iya ya, haha. Trus, bisa mendemokan keindahan suara ketika nyanyi Pak?

Wah itu juga jangan. Suara saya jelek, lebih jelek daripada itu, siapa, tokoh di Doraemon itu? Darsem?

Zzzz. Yasudah, lupakan Pak. Pertanyaan selanjutnya. Silsilah keluarga Bapak ini sudah berapa puluh tahun ya?

Berapa puluh tahun? Wah, kau meremehkanku anak muda. Silsilah keluarga, dulu pernah ditunjukkan sama bapak saya, itu bisa ditelusuri hingga sekitar 500 juta tahun lalu. Jaman yang kalian para manusia menyebutnya Cambrian.

Wah, silsilahnya panjang sekali ya Pak. Padahal Bapak ini, maaf, kecil lho, hehe.

Loh, jangan salah anak muda. Dulu diantara keluarga saya, ada yang ukurannya bisa mencapai 2,5 meter. Sayang, garis keturunan mereka berhenti sekitar 200 juta tahun lalu. Yang beranak terus nggak putus-putus cuma yang badannya kecil-kecil ini, hahaha.

Haha, Bapak ini bisa saja. Sebentar-sebentar, jadi, nama Nautilus itu dari bahasa Romawi? 500 juta tahun lalu sudah ada bahasa Romawi Pak??

Nggak juga. Itu kan penyebutan di lidah kalian. Kalau di bahasa kami, nama marga kami adalah

Adalah apa pak?

Adalah

Ya Pak?

Waduh, karakternya nggak ada di keyboard manusia, gimana ini?

Yasudah nggak usah Pak. Ngomong-ngomong, itu kenapa kaki di kepala dan kepala di kaki Pak? Penggemar Peterpan juga ya, kayak saya?

Yang ada juga Peterpan itu ngefans sama saya, makanya bikin lagu itu terinspirasi dari kepala saya, haha.

Hahahaha. Garing deh.

Jadi yang kayak gini ini nak, namanya Chepalopoda. Hewan yang kakinya di kepala itu namanya Chepalopoda. Dan diantara semua Chepalopoda, cuman saya yang punya cangkang. Keren kan?

Iya Pak, keren. Jadi, Bapak ini blasteran cumi-cumi dan bekicot, gitu? *ditampar*

*tampar pewawancara edan*

Dengar-dengar, tentakel Bapak ini pegangannya kuat ya?

Iya. Kalau ini tentakel udah pegang sesuatu, kami gak akan melepaskannya begitu saja. Bahkan kalau barang itu ditarik paksa, dengan kekuatan yang luar biasa, bisa-bisa tentakelnya putus dari kepala tapi tetap memegang benda itu.

Yaampun. Sampe segitunya.

Mau coba?

Nggak Pak, makasih. Btw sekarang Bapak tinggalnya dimana?

Saya? Di Selat Bali. Kalau famili sih ada yang dekat ada yang jauh. Kalau kamu lihat peta, perairan laut antara 30°LU – 30°LS dan 90°-185°BT. Kerabat saya tersebar di wilayah itu.

Ooh, di sekitar Indonesia berarti banyak juga ya Pak.

Yup betul itu. Makanya kamu nanti kalo sudah jadi orang kaya, jangan suka buang limbah pabrik ke laut ya.

Iya Pak, doakan saja, hehe.

Ayo, diminum dulu ini. Maaf cuman air asin, maklum rumah saya kan di dalam laut.

Eeh, iya Pak, makasih. Ini oksigen saya sudah mau habis ini.

Sudah, jangan malu-malu, ini rumput lautnya dimakan juga.

Aduh Pak, tangki saya lepas. Eeh?? Blrrrgh bjrrbhg… *kirim SOS ke kapal*

*kapal merespon, tarik tumbal ke permukaan secepatnya*

Ah, anak muda yang penuh semangat, berenang ke permukaan seperti itu. Hati-hati di jalan wahai anak muda.

****

Demikianlah percakapan tidak jelas yang terjadi di sebuah rumah yang sebenarnya tidak pernah ada yang menjadi saksi sebuah perbincangan yang sesungguhnya juga tidak pernah ada. Seperti kata pepatah, injaklah ranting supaya patah, maka ambillah patahannya lalu bawa pulang untuk membuat ketapel *eh*

original image of nautilus from http://aquaviews.net

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 14, 2012 in Animal, nature, Sea

 

Banyak Warga Baru

090807-01-eastern-himalayas_bigNih, katak kaki merah, baru ditemukan pada tahun 2007 di wilayah Assam, India. Katak ini salah satu dari 350-lebih spesies yang ditemukan di wilayah ini dari 1998-2008. Bisa disebut juga si katak terbang, karena selaput di kaki belakangnya berfungsi seperti glider ketika dia meloncat dari pohon ke pohon lain 😀

 

090807-02-eastern-himalayas_bigTrus yang ini viper liang hijau. Jenis ular viper selalu beracun, jadi sebaiknya jangan adu gigit sama dia, oke? Ular jantan dewasa tumbuh hingga sekitar 1,3 meter, nggak terlalu panjang sih, tapi tetep aja, jangan nantang gigit. Jenis ular ini bisa ditemukan di wilayah Thailand dan Myanmar.

 

090807-04-eastern-himalayas_bigAda yang suka bunga? Sejak 10 tahun lalu di wilayah Himalaya ada 21 spesies anggrek baru yang ditemukan, salah satunya yang dipajang disini ini, nama latinnya Coelogyne pantlingii. Anggrek yang ini ditemukan di daerah Sikkim.

 

 

 

 

 

 

090807-05-eastern-himalayas_bigAda juga spesies aves yang ditemukan. Si paruh lengkung (yang agak agak mirip pedang) ini ditemukan di pegunungan Lang Biam Vietnam. Nggak banyak aves yang ditemukan di himalaya, cuman 2 aja sejak tahun 1998. Tapi nggak papa lah, terus mencari *halah*

 

Suka makan udang? Nih ada udang baru, silakan dicoba, sapa tau bisa keracunan *dilempar bata*. 090807-06-eastern-himalayas_big

 

Yang terakhir nampang, ikan. Salah satu spesies dari snakehead fish. 090807-07-eastern-himalayas_big

 

*curhat session: pengen bikin postingan reguler tiap minggu satu kok susah ya. adaaa aja yang bikin lupa.

 
53 Komentar

Ditulis oleh pada November 11, 2009 in Animal, Hidden Event, nature, Sea, Sky

 

Tag: , , , ,

Bioluminescence, Sistem Penerangan Alam

Apa itu? Itu adalah sejenis takjil. Eh, bukan, itu adalah istilah yang sering dipakai di dunia ilmu alam. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemnacaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur.
Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.
Sembilan puluh persen penghuni laut dalam memiliki kemampuan bioluminescence ini. biasanya sih mereka menghasilkan warna biru atau hijau yang bisa mudah terlihat di dalam air. Namun beberapa ikan memancarkan cahaya merah dan infra-merah, dan beberapa lagi mengeluarkan cahaya kuning.
Bioluminescence pada hewan yang bukan penghuni laut dalam lebih sedikit, namun memiliki kombinasi warna-warna yang lebih banyak. Penghuni darat yang paling dikenal karena bioluminescence adalah kunang-kunang dan sejenis ulat yang bisa menyala. Selain itu terdapat beberapa serangga dan larva, sebangsa cacing, laba-laba, dan juga jamur. Beberapa bentuk bioluminescence hanya terlihat di malam hari atau mengikuti ritme tertentu.
Nah, sekarang pertanyaanya, buat apa sih kok sampai repot-repot ngelakuin bioluminescence?
Kamuflase. Beberapa bakteri menggunakan cahaya ini untuk menyamakan warna dirinya dengan warna lingkungan.
Menarik sesuatu. Ada yang menggunakan cahaya untuk menarik pasangannya, ada yang menggunakannya untuk menarik mangsa, ada juga yang menggunakannya untuk menarik predator besar agar memangsa predator-tidak-begitu-besar yang berbahaya. Bingung? Contohnya seperti ini. Andyan adalah makhluk hidup mikroskopis yang memiliki kemampuan bioluminescence. Suatu saat, ada andyaxx yang mengancam, karena andyaxx ini selalu memangsa andyan-andyan kecil. Nah, ketika merasakan kehadiran andyaxx, andyan menyalakan lampunya, maka datanglah andyaXYZ yang memangsa andyaxx, sehingga andyan aman. Masih bingung? Yaudah nggak usah dipikir deh.
Menolak sesuatu. Beberapa makhluk menggunakan cahaya ini untuk menghindari predator. Penggunaannya mirip-miriplah dengan model jamur yang memiliki warna terang untuk memperingatkan bahwa dia beracun.
Komunikasi. Pemancaran cahaya yang berkedip-kedip dengan irama tertentu, misalnya pada kunang-kunang, bisa juga digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, karena mereka nggak bisa sms ataupun video call.
Pencahayaan. Ikan-ikan seperti Ikan Naga Hitam yang hidup di laut dalam, memancarkan cahaya berwarna merah. Kenapa? Hal ini dilakukan agar mangsa yang memiliki pigmen merah bisa terlihat di kedalaman laut.

Apa itu? Itu adalah sejenis takjil. Eh, bukan, itu adalah istilah yang sering dipakai di dunia ilmu alam. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemnacaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur.

kunang-kunang menyala

kunang-kunang menyala

Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.

Sembilan puluh persen penghuni laut dalam memiliki kemampuan bioluminescence ini. biasanya sih mereka menghasilkan warna biru atau hijau yang bisa mudah terlihat di dalam air. Namun beberapa ikan memancarkan cahaya merah dan infra-merah, dan beberapa lagi mengeluarkan cahaya kuning.

Bioluminescence pada hewan yang bukan penghuni laut dalam lebih sedikit, namun memiliki kombinasi warna-warna yang lebih banyak. Penghuni darat yang paling dikenal karena bioluminescence adalah kunang-kunang dan sejenis ulat yang bisa menyala. Selain itu terdapat beberapa serangga dan larva, sebangsa cacing, laba-laba, dan juga jamur. Beberapa bentuk bioluminescence hanya terlihat di malam hari atau mengikuti ritme tertentu.

Nah, sekarang pertanyaanya, buat apa sih kok sampai repot-repot ngelakuin bioluminescence?

Kamuflase. Beberapa bakteri menggunakan cahaya ini untuk menyamakan warna dirinya dengan warna lingkungan.

ada sinar, terlihat biasa

ada sinar, terlihat biasa

Menarik sesuatu. Ada yang menggunakan cahaya untuk menarik pasangannya, ada yang menggunakan untuk menarik mangsa, ada juga yang menggunakan untuk menarik predator besar agar memangsa predator-tidak-begitu-besar yang berbahaya. Bingung? Contohnya seperti ini. Andyan adalah makhluk hidup mikroskopis yang memiliki kemampuan bioluminescence. Suatu saat, ada andyaxx yang mengancam, karena andyaxx ini selalu memangsa andyan-andyan kecil. Nah, ketika merasakan kehadiran andyaxx, andyan menyalakan lampunya, maka datanglah andyaXYZ yang memangsa andyaxx, sehingga andyan aman. Masih bingung? Yaudah nggak usah dipikir deh.

tak ada sinar, menyala

tak ada sinar, menyala

Menolak sesuatu. Beberapa makhluk menggunakan cahaya ini untuk menghindari predator. Penggunaannya mirip-miriplah dengan model jamur yang memiliki warna terang untuk memperingatkan bahwa dia beracun.

Komunikasi. Pemancaran cahaya yang berkedip-kedip dengan irama tertentu, misalnya pada kunang-kunang, bisa juga digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, karena mereka nggak bisa sms ataupun video call.

Penerangan. Ikan-ikan seperti Ikan Naga Hitam yang hidup di laut dalam, memancarkan cahaya berwarna merah. Kenapa? Hal ini dilakukan agar mangsa yang memiliki pigmen merah bisa terlihat di kedalaman laut.

Nah, jadi artikel yang agak panjang. Semoga sabar membacanya ya :mrgreen:

*foto dari berbagai sumber

 
44 Komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2009 in Animal, nature, Sea

 

Tag: , , , , ,

Best April’s Photos

Ya, kembali lagi saya dengan postingan seperti biasanya, banyak gambar dan ngabisin benwit *dijitak* dan masih mengambil dari National Gegraphic, wkwkwk…
Btw, saya males ngerjain tugas, jadi mohon maaf buat yang ngasih tugas, hehehehehe

Kali ini adalah foto-foto terbaik bulan April, selamat menikmati.
huntington-beach-lightning-ga
1. Huntington Beach Lightning. Petir emang selalu keren, hehe

havasu-creek-waterall-ga
2. Havasu Creek Waterfall. Tanah Havasupai berada 900 meter dari Havasu Canyon. Namanya berasal dari bahasa Indian yang berarti Manusia Hijau Biru. Wilayah ini terkenal di seluruh dunia karena air biru dan air terjunnya. Havasu Creek, yang mengalir sepanjang tahun, mengalir sepanjang pemukiman dan lebih dari 425 meter, melewati 5 air terjun. Air terjun Navajo -Navajo Falls- adalah salah satu tempat terindah di bumi. Jadi, siapa yang mau maen ke sini?

porcupine-mountains-waterfall-ga
3. Porcupine Mountains Waterfall. Foto ini diambil dengan kamera perekam selama 10 detik dari atas jembatan di Upper Michigan Porcupine Mountain. Beruntung, tidak ada yang menggoyang kamera itu. Gambar yang dihasilkan memuaskan, dan 10 detik ini -yang tidak terasa dalam kehidupan normal- menjadi seperti waktu keabadian. Foto yang keren.

swans-washington-ga
4. Swans Washington. Foto angsa ini beruntung bisa diambil ketika pemotretan di Pulau Leque, Wahington. Keren.

polar-bear-soil-1206133-ga
5. Polar Bear Soil. Sepertinya beruang kutub ini berpikir “Mana saljunya?” Pemanasan globalkah?

humpback-whales-tahiti-ga
6. Humpback Whales Tahiti. Ketika kita berenang bersama paus bongkok, yang mengagumkan bukan lagi ukurannya, melainkan keindahannya. Tiga ekor pus ini mendekati juru foto untuk memperhatikannya. Mereka berenang dengan cantik. Ketika mereka pergi 10 menit kemudian, mereka meninggalkan kenangan yang luar biasa.

tube-anemone-bali-ga
7. Tube Anemone Bali. Tube anemon besar ini difoto di Tulamben, Bali, terpancang pada pasir hitam di bawahnya. Lampu flash kamera memberi efek bercahaya pada anemon, dan matahari terbit menambahkan efek suasana sekitar.

everest-clouds-ga
8. Everest Clouds. What do you expect? Sure, this foto was taken on the way to Everest Base Camp.

shark-kingman-reef-1166392-ga
9. Shark Kingman Reef. Hmm… nggak bisa berkata apa-apa lagi. Foto berwarna dengan predator sebagai fokusnya.

masa-mara-giraffes-ga
10. Masa Mara Giraffes. Diambil dari taman nasional Masa Mara. Kok kayaknya, 3 jerapah di kiri lagi musuhan ama jerapah paling kanan ya? :mrgreen:

Thanks, and welcome, wkkkk

 
83 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2009 in Animal, nature, Sea, Sky

 

Saltwater Crocodile, Buaya Terbesar yang Hidup di Bumi

 

saltwater-croc1

Buaya terbesar yang masih hidup di bumi, adalah buaya air asin / buaya estuarine. Rata-rata ukuran jantannya mencapai 5 meter dengan berat 450 kg, namun pernah ditemukan pada ukuran 7 meter seberat 1000 kg.

Buaya air asin atau “salties” memilik penyebaran yang luas, termasuk wilayah-wilayah India bagian timur, Asia Tenggara, dan Australia bagian utara. Mereka adalah perenang yang handal dan sering dijumpai berada jauh di tengah laut.

Sebagai predator, mereka menunggu mangsa dengan sabar di dekat tepian air, menunggu mangsa mendekat untuk minum. Mereka makan apapun yang bisa dijangkau termasuk kerbau air, kera, babihutan, bahkan hiu. Tanpa peringatan, mereka menyembur dari dalam air, menarik mangsa ke bawah permukaan, dan menahannya hingga kehabisan napas.

 

perbandingan ukuran dg manusia

perbandingan ukuran dg manusia

Populasi di seluruh dunia diperkirakan 200.000 – 300.000, dan mereka belum masuk dalam kondisi rawan kepunahan. Namun, kulit buaya ini berharga jauh di atas kulit buaya manapun, sehingga perburuan ilegal, kerusakan habitat, dan kebencian kepada hewan ini (karena sering disebut sebagai pemakan manusia) semakin memberi tekanan kepada populasinya.

 
55 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 23, 2009 in Animal, nature, Sea

 

Sekilas Sebelum Seranjak

Ya, akhirnya tahun 2009 dateng juga. Sebagai pembuka di tahun baru ini, mari ikut saya menengok sebentar ke tahun lalu, dan foto-foto keren yang menjadi “hits” di situs National Geographic. Dan inilah 10 foto yang paling banyak dilihat pada tahun 2008.

peringkat 10, sebuah suku primitif di Amazon

10_toptenphotos_4611

peringkat 9, senyuman di langit (bulan, jupiter, dan venus)

9_toptenphotos_461

peringkat 8, sisa cumi-cumi purba yang membeku

8_toptenphotos_461

peringkat 7, kerusakan akibat badai (atau topan?)

7_toptenphotos_461

peringkat 6, penangkapan pari air tawar raksasa di daerah Thai

6_toptenphotos_461

peringkat 5, cumi-cumi yang mirip alien

5_toptenphotos_461

peringkat 4, leopard di badai salju

4_toptenphotos_461

peringkat 3, bintang laut spesies baru dari Antartika

3_toptenphotos_461

peringkat 2, ular kelaparan vs katak-yang-tak-mau-dimakan (sama-sama keras kepala)

2_toptenphotos_461

puncak klasemen 2008, sambaran petir di sebuah letusan gunung berapi di Chili

1_toptenphotos_461

 

Ya, itulah para peringkat teratas tahun lalu. Yang manakah favorit anda? Kirim sms FOTO2008 <spasi> no_foto ke 2009. Menangkan hadiah utama sebu *dilempar sendal*

Baiklah, seiring perjalanan waktu, kini marilah kita sambut tahun 2009 ini dengan semangat baru dan hargailah alam kita. *buset, formal banget*

 
32 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 2, 2009 in Animal, History, nature, Sea, Sky

 

Tag: