RSS

Arsip Bulanan: September 2009

FYI

Nah, bila ada di antara kalian yang penasaran ada apa aja di libur lebaran kali ini, silakan dibaca. Tapi nggak perlu memaksakan diri, nggak penting kok :mrgreen:

Read the rest of this entry »

 
44 Komentar

Ditulis oleh pada September 28, 2009 in Uncategorized, Unknown

 

Mohon Maaf Lahir Batin

Sesuai judul saja, mohon maaf lahir dan batin. Saya hari Kamis mau mudik, merayakan Idul Fitri di rumah bersama keluarga, insyaAllah.

Sebelum berangkat, biar lebih tenang hati, mohon maaf dulu pada kawan-kawan semuanya. Maafkan saya yang banyak salah, meski kadang-kadang tidak disengaja, eh, mungkin juga ada yang disengaja, tapi maafin ya :mrgreen:

Eniwei, ntar setelah balik lebaran, rencananya saya mau post hal-hal yang terjadi di rumah asal saya selama saya disana. Setuju nggak? Mohon aspirasinya pada bagian komentar. Hehe

Selamat Idul Fitri saudaraku, semoga hati dan jiwa ini menjadi suci kembali, dengan rahmat-Nya

 
24 Komentar

Ditulis oleh pada September 16, 2009 in Uncategorized

 

Tag:

Bioluminescence, Sistem Penerangan Alam

Apa itu? Itu adalah sejenis takjil. Eh, bukan, itu adalah istilah yang sering dipakai di dunia ilmu alam. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemnacaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur.
Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.
Sembilan puluh persen penghuni laut dalam memiliki kemampuan bioluminescence ini. biasanya sih mereka menghasilkan warna biru atau hijau yang bisa mudah terlihat di dalam air. Namun beberapa ikan memancarkan cahaya merah dan infra-merah, dan beberapa lagi mengeluarkan cahaya kuning.
Bioluminescence pada hewan yang bukan penghuni laut dalam lebih sedikit, namun memiliki kombinasi warna-warna yang lebih banyak. Penghuni darat yang paling dikenal karena bioluminescence adalah kunang-kunang dan sejenis ulat yang bisa menyala. Selain itu terdapat beberapa serangga dan larva, sebangsa cacing, laba-laba, dan juga jamur. Beberapa bentuk bioluminescence hanya terlihat di malam hari atau mengikuti ritme tertentu.
Nah, sekarang pertanyaanya, buat apa sih kok sampai repot-repot ngelakuin bioluminescence?
Kamuflase. Beberapa bakteri menggunakan cahaya ini untuk menyamakan warna dirinya dengan warna lingkungan.
Menarik sesuatu. Ada yang menggunakan cahaya untuk menarik pasangannya, ada yang menggunakannya untuk menarik mangsa, ada juga yang menggunakannya untuk menarik predator besar agar memangsa predator-tidak-begitu-besar yang berbahaya. Bingung? Contohnya seperti ini. Andyan adalah makhluk hidup mikroskopis yang memiliki kemampuan bioluminescence. Suatu saat, ada andyaxx yang mengancam, karena andyaxx ini selalu memangsa andyan-andyan kecil. Nah, ketika merasakan kehadiran andyaxx, andyan menyalakan lampunya, maka datanglah andyaXYZ yang memangsa andyaxx, sehingga andyan aman. Masih bingung? Yaudah nggak usah dipikir deh.
Menolak sesuatu. Beberapa makhluk menggunakan cahaya ini untuk menghindari predator. Penggunaannya mirip-miriplah dengan model jamur yang memiliki warna terang untuk memperingatkan bahwa dia beracun.
Komunikasi. Pemancaran cahaya yang berkedip-kedip dengan irama tertentu, misalnya pada kunang-kunang, bisa juga digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, karena mereka nggak bisa sms ataupun video call.
Pencahayaan. Ikan-ikan seperti Ikan Naga Hitam yang hidup di laut dalam, memancarkan cahaya berwarna merah. Kenapa? Hal ini dilakukan agar mangsa yang memiliki pigmen merah bisa terlihat di kedalaman laut.

Apa itu? Itu adalah sejenis takjil. Eh, bukan, itu adalah istilah yang sering dipakai di dunia ilmu alam. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemnacaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur.

kunang-kunang menyala

kunang-kunang menyala

Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.

Sembilan puluh persen penghuni laut dalam memiliki kemampuan bioluminescence ini. biasanya sih mereka menghasilkan warna biru atau hijau yang bisa mudah terlihat di dalam air. Namun beberapa ikan memancarkan cahaya merah dan infra-merah, dan beberapa lagi mengeluarkan cahaya kuning.

Bioluminescence pada hewan yang bukan penghuni laut dalam lebih sedikit, namun memiliki kombinasi warna-warna yang lebih banyak. Penghuni darat yang paling dikenal karena bioluminescence adalah kunang-kunang dan sejenis ulat yang bisa menyala. Selain itu terdapat beberapa serangga dan larva, sebangsa cacing, laba-laba, dan juga jamur. Beberapa bentuk bioluminescence hanya terlihat di malam hari atau mengikuti ritme tertentu.

Nah, sekarang pertanyaanya, buat apa sih kok sampai repot-repot ngelakuin bioluminescence?

Kamuflase. Beberapa bakteri menggunakan cahaya ini untuk menyamakan warna dirinya dengan warna lingkungan.

ada sinar, terlihat biasa

ada sinar, terlihat biasa

Menarik sesuatu. Ada yang menggunakan cahaya untuk menarik pasangannya, ada yang menggunakan untuk menarik mangsa, ada juga yang menggunakan untuk menarik predator besar agar memangsa predator-tidak-begitu-besar yang berbahaya. Bingung? Contohnya seperti ini. Andyan adalah makhluk hidup mikroskopis yang memiliki kemampuan bioluminescence. Suatu saat, ada andyaxx yang mengancam, karena andyaxx ini selalu memangsa andyan-andyan kecil. Nah, ketika merasakan kehadiran andyaxx, andyan menyalakan lampunya, maka datanglah andyaXYZ yang memangsa andyaxx, sehingga andyan aman. Masih bingung? Yaudah nggak usah dipikir deh.

tak ada sinar, menyala

tak ada sinar, menyala

Menolak sesuatu. Beberapa makhluk menggunakan cahaya ini untuk menghindari predator. Penggunaannya mirip-miriplah dengan model jamur yang memiliki warna terang untuk memperingatkan bahwa dia beracun.

Komunikasi. Pemancaran cahaya yang berkedip-kedip dengan irama tertentu, misalnya pada kunang-kunang, bisa juga digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, karena mereka nggak bisa sms ataupun video call.

Penerangan. Ikan-ikan seperti Ikan Naga Hitam yang hidup di laut dalam, memancarkan cahaya berwarna merah. Kenapa? Hal ini dilakukan agar mangsa yang memiliki pigmen merah bisa terlihat di kedalaman laut.

Nah, jadi artikel yang agak panjang. Semoga sabar membacanya ya :mrgreen:

*foto dari berbagai sumber

 
44 Komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2009 in Animal, nature, Sea

 

Tag: , , , , ,