RSS

Alarm Pada Mamalia

06 Okt

Mamalia, termasuk manusia, memiliki alarm di ujung hidung untuk mendeteksi bahaya.

Sensor kecil ini, ditemukan pada tikus, digunakan untuk menerima pesan bahaya kimia yang dikirimkan oleh sesamanya.

Banyak tumbuhan dan hewan yang mengeluarkan molekul udara yang disebut pheromone alarm, yang memperingatkan anggota spesies mereka tentang adanya suatu bahaya seperti pemangsa dan sejenisnya.

Namun bagaimana cara mamalia mendeteksi adanya pheromone ini masih belum diketahui.

Kemungkinan besar, jawabannya ada pada sekelompok bola sel kecil yang disebut grueneberg ganglion.

Grueneberg ganglion pertama kali ditemukan pada 1973 pada berbagai jenis mamalia, termasuk tikus, kucing, kera dan juga manusia.

Mamalia ini kemungkinan mempunyai kemampuan untuk mencium bahaya, meskipun penelitian lebih lanjut baru dilakukan pada tikus saja.

Penemuan baru lainnya dilakukan dengan teknik isik pada tikus.

Ganglion adalah satu-satunya sub sistem penciuman yang telah sempurna pada saat kelahiran. Jadi alat ini diduga membantu bayi tikus dalam menemukan puting susu induknya. Namun ternyata ganglion ini adalah alat untuk mendeteksi bahaya.

Tim peneliti telah mencoba memisahkan ganglia ini dari beberapa tikus, lalu semua tikus itu diberikan alarm pheromone yang sama.

Hasilnya berbeda sekali antara tikus yang memiliki ganglia dan yang telah tidak mempunyainya.

Tikus normal menjadi ketakutan dengan cepat, berlarian ke sudut box, dan diam di situ. Namun tikus yang telah kehilangan ganglia tidak melakukan apapun yang menunjukkan keadaan bahaya.

Kedua kelompok ini masih bisa membaui roti yang disembunyikan di kandang mereka, jadi kemampuan membau benda tidak terpengaruh sama sekali.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2008 in Animal

 

6 responses to “Alarm Pada Mamalia

  1. Abdul Ghofur

    Oktober 8, 2008 at 5:03 pm

    Punyaalat penjebak tikus yang canggih …?

     
  2. andyan

    Oktober 9, 2008 at 9:08 am

    apa ya?
    kalo jebakan tikus asal ada umpannya biasanya sih mau
    hehe

     
  3. Leoh

    Oktober 10, 2008 at 11:05 am

    loh… berarti tikus itu.. buta dunk…???

    kan dia cuma bisa melihat bahaya dari penciumannya..???

    manusia kan juga termasuk mamalia.. kok kalu dalam bahaya kita gag make hidung untuk tahu..

    hayo..???

     
  4. andyan

    Oktober 10, 2008 at 11:15 am

    seandainya gini deh
    km jalan ama temanmu
    temanmu d belakangmu
    tiba2 ada orang mbekep mulutnya ama nodongin pistol
    trus km ngrsa kyk tmnmu manggil minta tolong
    naa, kyk gtu mksudnya
    komunikasi hidung ke hidung *halah*

    beda ama klo kita ngliat orang lempar bata ke kita pake mata trus menghindar
    beda fungsi maksudnya

     
  5. ochin

    Oktober 10, 2008 at 4:55 pm

    dalam hal ini, mksudnya dlm manusia, parfum brpengaruh juga ga dlm membantu suksesnya mencium bahaya?
    misalnya ada musuh kita yg bersembunyi di dekat kita dan ingin melakukan kejahatan, trus kita tiba2 mencium parfum musuh kita tersebut, trus kita langsung waspada dan menyiapkan rencana mendahului serangan tersebut, itu termasuk ga?

     
  6. andyan

    Oktober 10, 2008 at 5:18 pm

    bhuwahahahaha
    sungguh nyata dan realita sekali

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: