RSS

Arsip Bulanan: Oktober 2008

Menyimpang

Lagi nggk bener ni. Bikin artikel nggak jadi2. Terselubung di tumpukan draft membuat kesadaran menurun dan uang menipis *g da hubungannya*. Udah gitu, kehilangan ***** pula. Damn damn damn

Sekarang lagi sumpek. Sumpek beneerrrr. Lagi stress2 nggak jelas gtu.

Hhhhh.

AAARGHHH

“Given Up” [Linkin Park]

Wake in a sweat again
Another day’s been laid to waste
In my disgrace

Stuck in my head again
Feels like I’ll never leave this place
There’s no escape

I’m my own worst enemy

I’ve given up
I’m sick of feeling
Is there nothing you can say

Take this all away
I’m suffocating
Tell me what the fuck is wrong
With me

I don’t know what to take
Thought I was focused but I’m scared
I’m not prepared

I hyperventilate
Looking for help somehow somewhere
And no one cares

I’m my own worst enemy

I’ve given up
I’m sick of feeling
Is there nothing you can say

Take this all away
I’m suffocating
Tell me what the fuck is wrong
With me

Goddddddd!!!!

Put me out of my misery
Put me out of my misery
Put me out of my
Put me out of my fucking misery

 
34 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 31, 2008 in Uncategorized, Unknown

 

Gecko Fossil

Peneliti mengatakan mereka sangat beruntung menemukan fosil ini. Fosil dalam batu amber ini adalah fosil yang telah berusia ratusan juta tahun.

Kaki dan sebagian dari ekor (terlihat pada gambar) adalah sisa dari reptil yang baru saja ditemukan. Usianya 40 juta tahun lebih tua daripada catatan penelitian sebelumnya.

Telapak kakinya tercetak dengan jelas, bahkan kita bisa melihat selaput lekatnya, atau yang bernama lamella, yang memiliki struktur mikroskopis mirip rambut yang memungkinkan tokek (ingat, ini bukan tokai) bisa menempel pada dinding dan langit-langit.

Perkiraan, tokek yang menjadi fosil tersebut bisa tumbuh hingga sepertiga meter. Berdasarkan penelitian sebelumnya, dipastikan tokek mulai hidup di Asia pada masa Cretaceous, sekitar 97 – 110 juta tahun lalu, dan mereka semua memiliki kaki lekat yang sama dengan yang hidup sekarang.

 
43 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 22, 2008 in Animal, Hidden Event, History

 

10 Best Micro-Photography 2008

First Place: Diatom Rainbows

Jalur-jalur tipis pada sebuah diatom mikroskopis (sejenis alga) menampilkan pelangi natural ketika difoto menggunakan polarisasi filter cahaya.

Foto yang diambil oleh ahli mikroskopik Inggris yang telah pensiun, Michael Stringer ini mendapat hadiah utama dan US$ 3000 di Kompetisi Mikrofoto Dunia Kecil (Small World Photomicrography Competition) yang hasilnya diumumkan tanggal 15 Oktober 2008 kemarin. Acara yang disponsori oleh Nikon ini memiliki tema ” Keindahan dan Kerumitan bentuk kehidupan dari Sudut Pandang Mikroskopis”

========================================================

Second Place: Nanotube Factory

Potongan yang sangat kecil dari karbon yang dipanaskan bercahaya dalam foto yang diambil oleh Paul Marshall dari Institut Pengetahuan Mikrostruktural Kanada, seorang pemenang kompetisi.

Potongan ini sangatlah kecil, berbentuk silinder dari atom karbon. Untuk membuatnya yang hanya berukuran 1/50.000 lebar rambut manusia, sepotong karbon (grafit) dipanaskan menggunakan laser atau tegangan tinggi. Kadang-kadang, karbon itu akan mengembang seperti kuntum bunga pada musim semi.

========================================================

Third Place: Flower Power

Albert Tousson dari Universitas Alabama sedang mencoba sebuah mikroskop laser di laboratorium miliknya dan menaruh sehelai mahkota bunga lili di bawah lensa, memperbesar gambarnya 1300 kali, dan hasil gambar itu membuatnya menjadi pemenang dalam kompetisi fotografi mikro ini.

Perpaduan warna merah dari dinding sel dan warna butiran hijau-kuning adalah akibat terkena laser, sehingga molekul dari substansi ini berpendar. Hal ini serupa dengan yang terjadi pada benda-benda yang bercahaya pada malam hari.

========================================================

Fourth Place: Deprived Amoebas

Peneliti terapi sel, Matthew Springer, mengambil gambar ini (amuba yang sedang tumbuh) sebagai bagian dari penelitian pra-doktor nya di Universitas Stanford.

Springer ingin meneliti mengenai kegunaan myosin (sebuah jenis protein) dalam perkembangan amuba ini (Dyctyostelium discoideum). Dia menemukan fakta bahwa myosin hanya diperlukan ketika amuba masih mulai berkembang dan pada saat perkembangan akhir saja.

========================================================

Fifth Place: Paper Chase

Meskipun foto ini terlihat seperti tumpukan potongan rumput yang dilihat dari dekat, namun gambar ini adalah foto mikroskopis dari kertas Jepang yang menunjukkan bahwa suatu benda yang paling mulus sekalipun akan terlihat semrawut apabila diperhatikan seksama, apalagi bila diperbesar beberapa ratus kali.

Charles Kazilek, mempelajari seni dan ilmu membuat kertas di Universitas Arizona ketika dia mengambil gambar ini. Laser dri mikroskop membuat serat kertas berpendar hijau dan biru serta menampilkan struktur kertas sesungguhnya.

========================================================

Sixth Place: Dancing on the Head of a Pin

Ahli binatang dari Kanada Klaus Bolte, adalah orang yang mengambil foto ini.

Seekor kumbang yang bergantung pada ujung jarum (lingkaran perak adalah ujung jarum yang diperbesar 40 kali). Warna pelangi di punggung kumbang itu adalah warna aslinya.

========================================================

Seventh Place: Interesting Drug

Peneliti Kanker dari Kentucky, Margaret Oechsli mencoba sebuah fotografi mikro. Dia meletakkan bubuk antibiotik mitomycin di bawah lensa, dan foto ini menjadi pemenang dalam kontes ini.

Diperlihatkan menggunakan polarisasi filter, obat itu memantulkan cahaya rumit yang menunjukkan kerumitan strukturnya

========================================================

Eighth Place: Swirling Dervish

Peneliti kimia juga mengambil kesempatan dalam hal ini. John Hart dari Universitas Colorado yang mengkhususkan diri pada dinamika zat cair memenangkan penghargaan.

Dia mencampur belerang, biru organik, dan sebuah antiseptik, menjadi sebuah kristal yang mengandung struktur kompleks dari gelembung dan garis-garis.

========================================================

Ninth Place: Compact Discovery

Dengan cahaya polarisasi dan perbesaran 5 kali, David Walker dari Inggris memberikan aliran warna-warna indah dari bagian pusat sebuah box CD.

Dia menunjukkan bagaimana sebuah barang biasa dalam kehidupan sehari-hari terlihat begitu mempesona dari sudut pandang mikroskopis.

========================================================

Tenth Place: Sand Hopper

Pelompat pasir, sejenis krustacea yang beraktifitas di malam hari di pantai-pantai New Zealand, meraih penghargaan dengan kealamiannya.

Harold Tayler menggunakan pembesaran 10 kali dan menunjukkan kelembutan warna dari sang pelompat

 
41 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 20, 2008 in Hidden Event, nature

 

Landak Laut Ngemil

 

Landak laut / bulu babi (entah knpa kok bulu babi)

Sekumpulan landak laut

Jika kamu nggak merasa nyaman dengan suara kunyahan yang terus menerus, jangan berpacaran dengan landak laut ^_^;

Penelitian di New Zealand menemukan, suara misterius seperti menggeram yang terdengar di bawah permukaan air laut sebanyak dua kali sehari, disebabkan oleh hewan ini.

Suara dengan getaran 20-30 desibel ini terjadi ketika kerabat bintang laut yang kelaparan ini sedang makan alga ataupun binatang tak bertulang belakang lain.

Ketika makan, mereka menghasilkan bunyi dengan frekuensi tertentu. Rekaman dari bunyi inilah yang menjadi ‘barang bukti’ para peneliti ketika memastikan bunyi yang sama dihasilkan oleh landak laut yang sedang makan di dalam akuarium.

Suara ini terdengar seperti seseorang sedang mengunyah batu. Kedengarannya seperti mereka (para landak laut itu) benar-benar kelaparan. Mungkin mereka juga perlu snack sebelum bisa tertidur. Snack-nya kok bukan kacang goreng aja ya ^_^

 
39 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2008 in Animal, nature

 

Cumi-cumi Raksasa

Dilengkapi dengan tentakel raksasa, kait yang lentur, dan mata yang besar, colossal squid adalah jenis cumi-cumi terbesar yang masih hidup dan menjadi inspirasi dalam mitos dan berbagai macam film.

Namun, cumi-cumi raksasa terbesar yang pernah ditemukan adalah sebuah ‘raksasa jelly’, lemah dan rawan serangan predator.

Sisa cumi-cumi betina seberat setengah ton yang dipajang di sebuah museum di New Zealand memperlihatkan dia sebagai mesin reproduksi.

Cumi-cumi sepanjang 10 meter (30 kaki) yang tertangkap pancing di perairan Antartika sekitar tahun 2007 (lihat foto) mengandung sel telur yang belum dewasa. Namun ketika dewasa, dia bisa membawa hingga ribuan telur dalam tubuhnya.

Jenis cumi-cumi ini adalah makanan pokok bagi paus spermaceti yang hidup di wilayah Antartika.

Berapa populasinya tidak pernah diteliti, namun diperkirakan cumi-cumi ini berjumlah banyak.

Cumi-cumi raksasa merupakan makanan pokok para paus. Jumlah paus yang hidup maupun migrasi melewati Antartika cukup banyak, maka jumlah cumi-cumi raksasa yang tinggal juga akan banyak jika mereka tidak ingin menemui kepunahan. Lagipula, wilayah Antartika juga kaya ikan yang menjadi sumber konsumsi mereka.

 
47 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 16, 2008 in Animal, Hidden Event

 

New Creatures Found

Kepiting Thrichopeltarion yang ditemukan di wilayah laut dalam daerah Tasmania adalah satu dari ratusan spesies laut baru yang ditemukan di perairan Australia.

Tim survey yang berasal dari sebuah organisasi penelititan di Australia (CSIRO) menyampaikan, penelitian ini mengungkap 274 spesies baru dan 86 spesies yang telah dikenali dari wilayah tersebut.

Spesies kepiting ini ditemukan sedang mencari makan di sekitar gunung laut wilayah Tasmania pada kedalaman 1,2 mil (2 km) dan jarak 100 – 200 mil laut (185 – 370 km) lepas pantai Tasmania Selatan.

=============================================================

Satu spesies baru bintang laut, hidup bersama koral pada kedalaman 1.115 meter di bawah permukaan laut wilayah Huon, salah satu wilayah penelitian laut di Australia.

Huon adalah satu dari 14 basis peneliti wilayah Australia Selatan, yang mencakup 226.000 kilometer persegi dari laut Australia Selatan.

Bintang laut ini ditemukan bersama ratusan hewan lain di wilayah perairan Tasmania. Penemuan ini dipublikasikan pada bulan Oktober 2008.

=============================================================

Spesies bintang laut Marginaster juga ditemukan di wilayah gunung laut di selatan Tasmania.

Gunung laut, atau disebut juga gunung bawah air, mampu mencapai lebar 25 km dan tinggi ribuan kaki di atas dasar lautan.

Di laut dalam, dasar laut hanya berupa pasir berlumpur, dan batuan gunung laut memberikan tempat hidup yang stabil untuk kebanyakan makhluk hidup.

============================================================

Bintang ular yang berduri namun ringkih, Ophiacantha, juga ditemukan bersamaan.

Bulan Oktober 2008, peneliti dari CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization) mempublikasikan foto dari spesies baru yang mereka temukan.

Dengan menggunakan teknologi maju seperti sonar multi pancar dan kamera yang kuat, peneliti mampu melihat ke kedalaman 2 km di bawah permukaan, dan mengambil hingga 8000 gambar dan ratusan jam video rekaman.

============================================================

Spesies bintang ular lainnya, Ophiomitrella, juga tertangkap kamera.

Penelitian tim menemukan berbagai spesies meliputi koral, bintang laut, spon, udang, dan juga kepiting. Hampir 70% dari tangkapan mereka adalah spesies yang baru.

Mengenai penemuan-penemuan ini, seorang peneliti mengatakan bahwa sepertinya kita(manusia) lebih memahami permukaan bulan dibandingkan semua hal yang ada di kedalaman laut di bumi.

============================================================

Amphioplus, ikut serta dalam ekspedisi.

Penemuan dalam laut ini adalah untuk ketiga kalinya penemuan besar-besaran terjadi di Australia.

Hampir 87% wilayah laut Australia belum diteliti, dan itu melebihi luas daratan Australia.

===========================================================

Dan ini satu lagi wakil dari crustacea, Plesonika, yang ditemukan di kedalaman 2 km lepas pantai Tasmania.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2008 in Animal, nature, Sea

 

Petualangan Mamot

Mamot berbulu yang hidup di Siberia, ternyata berasal dari Amerika Utara, bukan dari Eurasia. Penelitian DNA dari 160 fosil hewan ketika bermigrasi dari Eurasia dan Alaska menjadi sumber kesimpulan ini.

Makhluk berbulu ini berpindah dari suatu tempat yang sekarang menjadi Afrika menuju Siberia. Mereka punah setelah zaman es terakhir selesai sekitar 10.000 tahun lalu.

Para mamot ini bermigrasi melalui sebuah jalur secara berkelompok, sehingga mudah diketahui kemana tujuan dan berapa besar kelompok mereka.

Para peneliti mengambil contoh dari 138 sisa fosil terbaik, dan meneliti 108 sampel yang paling bagus untuk menganalisa daerah perjalanan mereka.

Setelah analisa radiokarbon, mereka mengetahui makhluk ini bermigrasi untuk pertama kalinya melalui wilayah Bering dan mungkin dilakukan sekitar 700.000 tahun lalu.

Jembatan yang menjadi jalur mereka kemungkinan adalah daratan di sebelah utara Laut Bering yang menghubungkan Alaska dan Siberia pada zaman es.

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 13, 2008 in Animal, History