Banyak Warga Baru November 11, 2009
Posted by andyan in Animal, Hidden Event, Sea, Sky, nature.Tags: Animal, discovery, penemuan, plant, world
41 comments
Nih, katak kaki merah, baru ditemukan pada tahun 2007 di wilayah Assam, India. Katak ini salah satu dari 350-lebih spesies yang ditemukan di wilayah ini dari 1998-2008. Bisa disebut juga si katak terbang, karena selaput di kaki belakangnya berfungsi seperti glider ketika dia meloncat dari pohon ke pohon lain
Trus yang ini viper liang hijau. Jenis ular viper selalu beracun, jadi sebaiknya jangan adu gigit sama dia, oke? Ular jantan dewasa tumbuh hingga sekitar 1,3 meter, nggak terlalu panjang sih, tapi tetep aja, jangan nantang gigit. Jenis ular ini bisa ditemukan di wilayah Thailand dan Myanmar.
Ada yang suka bunga? Sejak 10 tahun lalu di wilayah Himalaya ada 21 spesies anggrek baru yang ditemukan, salah satunya yang dipajang disini ini, nama latinnya Coelogyne pantlingii. Anggrek yang ini ditemukan di daerah Sikkim.
Ada juga spesies aves yang ditemukan. Si paruh lengkung (yang agak agak mirip pedang) ini ditemukan di pegunungan Lang Biam Vietnam. Nggak banyak aves yang ditemukan di himalaya, cuman 2 aja sejak tahun 1998. Tapi nggak papa lah, terus mencari *halah*
Suka makan udang? Nih ada udang baru, silakan dicoba, sapa tau bisa keracunan *dilempar bata*. 
Yang terakhir nampang, ikan. Salah satu spesies dari snakehead fish. 
*curhat session: pengen bikin postingan reguler tiap minggu satu kok susah ya. adaaa aja yang bikin lupa.
Bioluminescence, Sistem Penerangan Alam September 7, 2009
Posted by andyan in Animal, Sea, nature.Tags: Animal, bioluminescence, discovery, nature, plant, world
42 comments
Apa itu? Itu adalah sejenis takjil. Eh, bukan, itu adalah istilah yang sering dipakai di dunia ilmu alam. Bioluminescence adalah pembentukan dan pemnacaran cahaya oleh makhluk hidup. Bioluminescence biasanya terbentuk karena reaksi kimia yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Reaksi kimia tersebut bisa terjadi baik di dalam sel, maupun di luar sel. Bioluminescence bisa ditemui pada bermacam-macam hewan laut dalam, beberapa jenis serangga, cacing, keong, mikroorganisme, dan juga jamur.
Kata bioluminescence terdiri dari dua bahasa, bio (=hidup, Yunani) dan lumen (=cahaya, Latin). Bioluminescence adalah salah satu bentuk pemancaran cahaya, yang menghasilkan cahaya dingin. Hanya 20% dari total cahaya yang menghasilkan panas. Jadi, karakteristik bioluminescence berbeda dengan flourescence ataupun phosphorescence.
Sembilan puluh persen penghuni laut dalam memiliki kemampuan bioluminescence ini. biasanya sih mereka menghasilkan warna biru atau hijau yang bisa mudah terlihat di dalam air. Namun beberapa ikan memancarkan cahaya merah dan infra-merah, dan beberapa lagi mengeluarkan cahaya kuning.
Bioluminescence pada hewan yang bukan penghuni laut dalam lebih sedikit, namun memiliki kombinasi warna-warna yang lebih banyak. Penghuni darat yang paling dikenal karena bioluminescence adalah kunang-kunang dan sejenis ulat yang bisa menyala. Selain itu terdapat beberapa serangga dan larva, sebangsa cacing, laba-laba, dan juga jamur. Beberapa bentuk bioluminescence hanya terlihat di malam hari atau mengikuti ritme tertentu.
Nah, sekarang pertanyaanya, buat apa sih kok sampai repot-repot ngelakuin bioluminescence?
Kamuflase. Beberapa bakteri menggunakan cahaya ini untuk menyamakan warna dirinya dengan warna lingkungan.
Menarik sesuatu. Ada yang menggunakan cahaya untuk menarik pasangannya, ada yang menggunakan untuk menarik mangsa, ada juga yang menggunakan untuk menarik predator besar agar memangsa predator-tidak-begitu-besar yang berbahaya. Bingung? Contohnya seperti ini. Andyan adalah makhluk hidup mikroskopis yang memiliki kemampuan bioluminescence. Suatu saat, ada andyaxx yang mengancam, karena andyaxx ini selalu memangsa andyan-andyan kecil. Nah, ketika merasakan kehadiran andyaxx, andyan menyalakan lampunya, maka datanglah andyaXYZ yang memangsa andyaxx, sehingga andyan aman. Masih bingung? Yaudah nggak usah dipikir deh.
Menolak sesuatu. Beberapa makhluk menggunakan cahaya ini untuk menghindari predator. Penggunaannya mirip-miriplah dengan model jamur yang memiliki warna terang untuk memperingatkan bahwa dia beracun.
Komunikasi. Pemancaran cahaya yang berkedip-kedip dengan irama tertentu, misalnya pada kunang-kunang, bisa juga digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh, karena mereka nggak bisa sms ataupun video call.
Penerangan. Ikan-ikan seperti Ikan Naga Hitam yang hidup di laut dalam, memancarkan cahaya berwarna merah. Kenapa? Hal ini dilakukan agar mangsa yang memiliki pigmen merah bisa terlihat di kedalaman laut.
Nah, jadi artikel yang agak panjang. Semoga sabar membacanya ya
*foto dari berbagai sumber
Best April’s Photos Mei 11, 2009
Posted by andyan in Animal, Sea, Sky, nature.81 comments
Ya, kembali lagi saya dengan postingan seperti biasanya, banyak gambar dan ngabisin benwit *dijitak* dan masih mengambil dari National Gegraphic, wkwkwk…
Btw, saya males ngerjain tugas, jadi mohon maaf buat yang ngasih tugas, hehehehehe
Kali ini adalah foto-foto terbaik bulan April, selamat menikmati.

1. Huntington Beach Lightning. Petir emang selalu keren, hehe

2. Havasu Creek Waterfall. Tanah Havasupai berada 900 meter dari Havasu Canyon. Namanya berasal dari bahasa Indian yang berarti Manusia Hijau Biru. Wilayah ini terkenal di seluruh dunia karena air biru dan air terjunnya. Havasu Creek, yang mengalir sepanjang tahun, mengalir sepanjang pemukiman dan lebih dari 425 meter, melewati 5 air terjun. Air terjun Navajo -Navajo Falls- adalah salah satu tempat terindah di bumi. Jadi, siapa yang mau maen ke sini?

3. Porcupine Mountains Waterfall. Foto ini diambil dengan kamera perekam selama 10 detik dari atas jembatan di Upper Michigan Porcupine Mountain. Beruntung, tidak ada yang menggoyang kamera itu. Gambar yang dihasilkan memuaskan, dan 10 detik ini -yang tidak terasa dalam kehidupan normal- menjadi seperti waktu keabadian. Foto yang keren.

4. Swans Washington. Foto angsa ini beruntung bisa diambil ketika pemotretan di Pulau Leque, Wahington. Keren.

5. Polar Bear Soil. Sepertinya beruang kutub ini berpikir “Mana saljunya?” Pemanasan globalkah?

6. Humpback Whales Tahiti. Ketika kita berenang bersama paus bongkok, yang mengagumkan bukan lagi ukurannya, melainkan keindahannya. Tiga ekor pus ini mendekati juru foto untuk memperhatikannya. Mereka berenang dengan cantik. Ketika mereka pergi 10 menit kemudian, mereka meninggalkan kenangan yang luar biasa.

7. Tube Anemone Bali. Tube anemon besar ini difoto di Tulamben, Bali, terpancang pada pasir hitam di bawahnya. Lampu flash kamera memberi efek bercahaya pada anemon, dan matahari terbit menambahkan efek suasana sekitar.

8. Everest Clouds. What do you expect? Sure, this foto was taken on the way to Everest Base Camp.

9. Shark Kingman Reef. Hmm… nggak bisa berkata apa-apa lagi. Foto berwarna dengan predator sebagai fokusnya.

10. Masa Mara Giraffes. Diambil dari taman nasional Masa Mara. Kok kayaknya, 3 jerapah di kiri lagi musuhan ama jerapah paling kanan ya?
Thanks, and welcome, wkkkk
Saltwater Crocodile, Buaya Terbesar yang Hidup di Bumi Februari 23, 2009
Posted by andyan in Animal, Sea, nature.53 comments
Buaya terbesar yang masih hidup di bumi, adalah buaya air asin / buaya estuarine. Rata-rata ukuran jantannya mencapai 5 meter dengan berat 450 kg, namun pernah ditemukan pada ukuran 7 meter seberat 1000 kg.
Buaya air asin atau “salties” memilik penyebaran yang luas, termasuk wilayah-wilayah India bagian timur, Asia Tenggara, dan Australia bagian utara. Mereka adalah perenang yang handal dan sering dijumpai berada jauh di tengah laut.
Sebagai predator, mereka menunggu mangsa dengan sabar di dekat tepian air, menunggu mangsa mendekat untuk minum. Mereka makan apapun yang bisa dijangkau termasuk kerbau air, kera, babihutan, bahkan hiu. Tanpa peringatan, mereka menyembur dari dalam air, menarik mangsa ke bawah permukaan, dan menahannya hingga kehabisan napas.
Populasi di seluruh dunia diperkirakan 200.000 – 300.000, dan mereka belum masuk dalam kondisi rawan kepunahan. Namun, kulit buaya ini berharga jauh di atas kulit buaya manapun, sehingga perburuan ilegal, kerusakan habitat, dan kebencian kepada hewan ini (karena sering disebut sebagai pemakan manusia) semakin memberi tekanan kepada populasinya.
Sekilas Sebelum Seranjak Januari 2, 2009
Posted by andyan in Animal, History, Sea, Sky, nature.Tags: world
28 comments
Ya, akhirnya tahun 2009 dateng juga. Sebagai pembuka di tahun baru ini, mari ikut saya menengok sebentar ke tahun lalu, dan foto-foto keren yang menjadi “hits” di situs National Geographic. Dan inilah 10 foto yang paling banyak dilihat pada tahun 2008.
peringkat 10, sebuah suku primitif di Amazon
peringkat 9, senyuman di langit (bulan, jupiter, dan venus)
peringkat 8, sisa cumi-cumi purba yang membeku
peringkat 7, kerusakan akibat badai (atau topan?)
peringkat 6, penangkapan pari air tawar raksasa di daerah Thai
peringkat 5, cumi-cumi yang mirip alien
peringkat 4, leopard di badai salju
peringkat 3, bintang laut spesies baru dari Antartika
peringkat 2, ular kelaparan vs katak-yang-tak-mau-dimakan (sama-sama keras kepala)
puncak klasemen 2008, sambaran petir di sebuah letusan gunung berapi di Chili
Ya, itulah para peringkat teratas tahun lalu. Yang manakah favorit anda? Kirim sms FOTO2008 <spasi> no_foto ke 2009. Menangkan hadiah utama sebu *dilempar sendal*
Baiklah, seiring perjalanan waktu, kini marilah kita sambut tahun 2009 ini dengan semangat baru dan hargailah alam kita. *buset, formal banget*
























